GSB 202 RET Professional - 95 BOSCH - Panduan pengguna gratis
Temukan panduan perangkat secara gratis GSB 202 RET Professional BOSCH dalam format PDF.
Pertanyaan pengguna tentang GSB 202 RET Professional BOSCH
0 pertanyaan tentang perangkat ini. Jawab yang Anda tahu atau ajukan milik Anda sendiri.
Ajukan pertanyaan baru tentang perangkat ini
Unduh instruksi untuk 95 dalam format PDF gratis! Temukan panduan Anda GSB 202 RET Professional - BOSCH dan ambil kembali perangkat elektronik Anda. Di halaman ini diterbitkan semua dokumen yang diperlukan untuk penggunaan perangkat Anda. GSB 202 RET Professional merek BOSCH.
PANDUAN PENGGUNA GSB 202 RET Professional BOSCH
id Petuniuk-Petuniuk untuk
Penggunaan Orisinal
Bahasa Indonesia Halaman 47
Petunjuk-Petunjuk Umum untuk Perkakas Listrik
PERHATIKANLAH
Bacalah semua petunjuk-petunjuk
untuk keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk untuk penggunaan. Kesalahan dalam menjalankan petunjuk-petunjuk untuk keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk untuk penggunaan dapat mengakibatkan kontak listrik, kebakaran dan/atau luka-luka yang berat.
Simpanlah semua petunjuk-petunjuk untuk keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk lainnya untuk penggunaan di masa depan.
Kata „perkakas listrik“ yang disebutkan di dalam petunjuk-petunjuk untuk keselamatan kerja adalah sebutan untuk perkakas listrik pakai listrik jaringan (dengan kabel) dan untuk perkakas listrik pakai aki (tanpa kabel listrik).
1) Keselamatan kerja di tempat kerja
a) Jagalah supaya tempat kerja selalu bersih dan terang. Tempat kerja yang tidak rapi atau tidak terang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
b) Janganlah menggunakan perkakas listrik di tempat di mana dapat terjadi ledakan, di mana ada cairan, gas atau debu yang mudah terbakar. Perkakas listrik dapat memancarkan bunga api yang lalu mengakibatkan debu atau uap terbakar.
c) Selama menggunakan perkakas listrik, jauhkan anak-anak dan orang-orang lain dari tempat kerja. Jika konsentrasi terganggu, bisa jadi Anda tidak bisa mengendalikan perkakas listrik tersebut.
2) Keamanan listrik
a) Steker dari perkakas listrik harus cocok pada stopkontak. Janganlah sekali-kali merubah steker. Janganlah menggunakan steker perantara bersama dengan perka-kas listrik yang mempunyai hubungan arde. Steker yang tidak dirubah dan stopkontak yang cocok mengurangi bahaya terjadinya kontak listrik.
b) Jagalah supaya badan Anda tidak bersentuhan dengan permukaan yang mempunyai hubungan arde, misalnya pipa-pipa, radiator pemanas ruangan, kompor listrik dan lemari es. Ada risiko besar terjadi kontak listrik, jika badan Anda mempunyai hubungan arde.
c) Jagalah supaya perkakas listrik tidak kena hujan atau menjadi basah. Air yang masuk ke dalam perkakas listrik menambah risiko terjadinya kontak listrik.
d) Janganlah menyalah gunakan kabel listrik untuk mengangkat dan menggantungkan perkakas listrik atau untuk menarik steker dari stopkontak. Jagalah supaya kabel listrik tidak kena panas, minyak, pinggiran yang tajam atau bagian-bagian perkakas yang bergerak. Kabel listrik yang rusak atau tersangkut menambah risiko terjadinya kontak listrik.
e) Jika Anda menggunakan perkakas listrik di luar gedung, gunakanlah hanya kabel sambungan yang juga cocok untuk pemakaian di luar gedung. Penggunaan kabel sambungan yang cocok untuk pemakaian di luar gedung mengurangi risiko terjadinya kontak listrik.
f) Jika penggunaan perkakas listrik di tempat yang basah tidak bisa dihindarkan, gunakanlah sakelar pengaman terhadap arus penyimpangan. Penggunaan sakelar pengaman terhadap arus penyimpangan mengurangi risiko terjadinya kontak listrik.
3) Keselamatan kerja
a) Berhati-hatilah selalu, perhatikanlah apa yang Anda kerjakan dan bekerjalah dengan seksama jika menggunakan perkakas listrik. Janganlah menggunakan perkakas listrik, jika Anda capai atau berada di bawah pengaruh narkoba, minuman keras atau obat. Jika Anda sekejap mata saja tidak berhati-hati sewaktu menggunakan perkakas listrik, dapat terjadi luka-luka berat.
48 | Bahasa Indonesia
b) Pakailah pakaian dan sarana pelindung dan pakailah selalu kaca mata pelindung. Dengan memakai pakaian dan sarana pelindung, misalnya kedok anti debu, sepatu tertutup yang tidak licin, helmet pelindung atau pemalut telinga sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dengan perkakas listrik, bahaya terjadinya luka-luka dapat dikurangi.
c) Jagalah supaya perkakas listrik tidak dihidupkan secara tidak disengaja. Perhatikan bahwa perkakas listrik dalam penyetelan mati, jika steker disambungkan pada pengadaan listrik dan/atau aki, jika perkakas listrik diangkat atau dibawa. Jika selama mengangkat perkakas listrik jari Anda berada pada tombol untuk menghidupkan dan mematikan atau perkakas listrik yang dalam penyetelan hidup disambungkan pada listrik, dapat terjadi kecelakaan.
d) Lepaskan semua perkakas-perkakas penyetelan atau kunci-kunci pas sebelum perkakas listrik dihidupkan. Perkakas atau kunci yang berada di dalam bagian yang berputar dapat mengakibatkan terjadinya luka-luka.
e) Aturkan badan sedemikian sehingga Anda bisa bekerja dengan aman. Berdirilah secara mantap dan jagalah selalu keseimbangan. Dengan demikian Anda bisa mengendalikan perkakas listrik dengan lebih baik, jika terjadi sesuatu dengan tiba-tiba.
f) Pakailah pakaian yang cocok. Janganlah memakai pakaian yang longgar atau perhiasan. Jagalah supaya rambut, pakaian dan sarung tangan tidak masuk dalam bagian-bagian perkakas yang bergerak. Pakaian yang longgar, rambut panjang atau perhiasan dapat tersangkut dalam bagian perkakas yang bergerak.
g) Jika ada kemungkinan untuk memasangkan sarana penghisapan dan penampungan debu, perhatikan bahwa sarana-sarana ini telah dipasangkan dan digunakan dengan betul. Penggunaan sarana penghisapan bisa mengurangi bahaya yang disebabkan debu.
4) Penggunaan dan penanganan perkakas listrik dengan seksama
a) Janganlah membebankan perkakas listrik terlalu berat. Gunakan selalu perkakas listrik yang cocok untuk pekerjaan yang dilakukan. Dengan perkakas listrik yang cocok Anda bekerja lebih baik dan lebih aman dalam batas-batas kemampuan yang ditentukan.
b) Janganlah menggunakan perkakas listrik yang tombolnya rusak. Perkakas listrik yang tidak bisa dihidupkan atau dimatikan, berbahaya dan harus direparasikan.
c) Tariklah steker dari stopkontak dan/atau keluarkan aki, sebelum Anda melakukan penyetelan pada perkakas listrik, mengganti alat-alat kerja atau sebelum menyimpan perkakas listrik. Tindakan keselamatan kerja ini mengurangi bahaya perkakas listrik hidup secara tidak disengaja.
d) Simpanlah perkakas listrik yang tidak digunakan di luar jangkauan anak-anak. Janganlah mengizinkan orang-orang yang tidak mengenal perkakas listrik ini atau yang belum membaca petunjuk-petunjuk ini, menggunakan perkakas listrik ini. Per-kakas listrik bisa menjadi berbahaya, jika digunakan oleh orang-orang yang tidak mengenalnya.
e) Rawatlah perkakas listrik dengan seksama. Periksalah, apakah bagian-bagian perkakas listrik yang bergerak berfungsi dengan baik dan tidak tersangkut, apakah ada bagian-bagian yang patah atau rusak sedemikian, sehingga dapat mempengaruhi jalannya perkakas listrik. Biarkan bagian-bagian perkakas yang rusak direparasikan, sebelum Anda mulai menggunakan perkakas listrik. Banyak kecelakaan terjadi karena perkakas listrik tidak dirawat dengan seksama.
f) Perhatikan supaya alat-alat pemotong selalu tajam dan bersih. Alat-alat pemotong dengan mata-mata pemotong yang tajam dan dirawat dengan seksama tidak mudah tersangkut dan lebih mudah dikendalikan.
g) Gunakanlah semua perkakas listrik, aksesori, alat-alat kerja dsb. sesuai dengan petunjuk-petunjuk. Perhatikan syarat-syarat kerja dan macam pekerjaan yang dilakukan. Penggunaan perkakas listrik untuk macam pekerjaan yang tidak cocok dengan kegunaannya bisa mengakibatkan keadaan yang berbahaya.
5) Servis
a) Biarkan perkakas listrik Anda direparasikan hanya oleh orang-orang ahli yang berpengalaman dan hanya dengan menggunakan suku cadang yang asli. Dengan demikian terjamin keselamatan kerja dengan perkakas listrik ini secara sinambung.
Petunjuk-petunjuk khusus untuk perkakas-perkakas tertentu
Pakailah pemalut telinga jika menggunakan mesin bor getaran. Jika Anda mendengar suara bising, daya pendengaran bisa berkurang.
▶ Gunakanlah gagang tambahan-gagang tambahan yang dipasok bersama perkakas listrik. Perkakas listrik yang tidak bisa dikendalikan bisa mengakibatkan terjadinya luka-luka.
Gunakanlah alat detektor logam yang cocok untuk mencari kabel dan pipa pengadaan yang tidak terlihat, atau hubungi perusahaan pengadaan setempat. Sentuhan dengan kabel-kabel listrik bisa mengakibatkan api dan kontak listrik. Pipa gas yang dirusak bisa mengakibatkan ledakan. Pipa air yang dirusak mengakibatkan barang-barang menjadi rusak.
▶ Matikanlah segera perkakas listrik, jika alat kerjanya memblok. Berwaspadalah akan terjadinya momen reaksi yang besar yang mengakibatkan bantingan. Alat kerja memblok jika:
— perkakas listrik dibebankan terlalu berat atau
— alat kerja tersangkut dalam benda yang dikerjakan.
▶ Peganglah perkakas listrik hanya pada pegangan yang terisolir, jika Anda melakukan pekerjaan di mana alat kerjanya bisa terkena pada saluran listrik yang tidak terlihat atau kabelnya sendiri. Sentuhan pada kabel yang bertegangan dapat mengakibatkan bagian-bagian logam dari perkakas listrik juga bertegangan dan lalu mengakibatkan kontak listrik.
Selama digunakan, peganglah perkakas listrik dengan kedua belah tangan dan perhatikanlah supaya Anda berdiri secara teguh. Perkakas listrik bisa dikendalikan lebih baik jika dipegang dengan kedua belah tangan.
Usahakan supaya benda yang dikerjakan tidak goyang. Benda yang ditahan dalam alat pemegang atau bais lebih mantap daripada benda yang dipegang dengan tangan.
Janganlah mengerjakan bahan-bahan yang mengandung asbes. Asbes dianggap bisa mengakibatkan penyakit kanker.
Lakukanlah tindakan-tindakan untuk keselamatan kerja, jika selama penggunaan perkakas bisa terjadi debu-debu yang berbahaya bagi kesehatan, mudah terbakar atau mudah meledak. Misalnya: ada debu yang dianggap dapat mengakibatkan penyakit kanker. Pakailah kedok anti debu dan jika mungkin, sambungkan satu penghisap debu/serbuk.
Jagalah supaya tempat di mana Anda bekerja selalu bersih. Campuran bahan-bahan sangat membahayakan. Debu logam ringan bisa terbakar atau meledak.
50 | Bahasa Indonesia
▶ Sebelum meletakkan perkakas listrik, tunggulah sampai perkakas berhenti memutar. Alat kerja bisa tersangkut dan membuat perkakas listrik tidak bisa dikendalikan.
Janganlah menggunakan perkakas listrik, jika kabelnya rusak. Janganlah menyentuh kabel yang rusak dan tariklah steker dari stopkontak, jika kabel menjadi rusak selama penggunaan perkakas listrik. Kabel yang rusak membuat risiko terjadinya kontak listrik menjadi lebih besar.
Penjelasan tentang cara berfungsi

Bacalah semua petunjuk-petunjuk untuk keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk untuk penggunaan. Kesalahan dalam menjalankan petunjuk-petunjuk
untuk keselamatan kerja dan petunjuk-petunjuk untuk penggunaan dapat mengakibatkan kontak listrik, kebakaran dan/atau luka-luka yang berat. Bukalah halaman lipatan dengan gambar dari perkakas dan biarkan halaman ini terbuka selama Anda membaca petunjuk-petunjuk untuk penggunaan.
Penggunaan perkakas listrik
Mesin ini cocok untuk membor dengan getaran pada batu bata, beton dan batu-batuan serta untuk membor tanpa getaran pada kayu, logam, keramik dan bahan sintetik. Mesin-mesin dengan pengendalian secara elektronika dan arah putaran ke kanan/kiri juga cocok untuk menyekrup dan mentap.
Bagian-bagian pada gambar
Nomor-nomor dari bagian-bagian perkakas pada gambar sesuai dengan gambar perkakas listrik pada halaman bergambar.
1 Cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan
2 Sakelar untuk menyetel „tanpa getaran/dengan getaran“
3 Roda untuk penyetelan pendahuluan kecepatan putaran secara elektronika (GSB 20-2 RCE/GSB 20-2 RET)
4 Omsakelar „membor/menyekrup“ (GSB 20-2 RET)
5 Omsakelar arah putaran(GSB 20-2 RE/GSB 20-2 RCE/GSB 20-2 RET)
6 Gagang lembut
7 Tombol untuk menghidupkan dan mematikan
8 Roda untuk penyetelan pendahuluan kecepatan putaran(GSB 20-2 RE)
9 Tombol pengunci untuk tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin
10 Sakelar untuk memilih tingkatan putaran
11 Tombol untuk mengganti penyetelan pembatas kedalaman lubang
12 Gagang tambahan*
13 Pembatas kedalaman*
14 Kunci cekaman mata bor
15 Cekaman mata bor pakai kunci bergigi
16 Mata obeng bit*
17 Pemegang mata obeng bit*
18 Kunci mur dalam**
*Aksesori yang ada dalam gambar atau yang dijelaskan tidak termasuk dalam mesin standar yang dipasok.
**dijual secara umum (tidak termasuk perkakas listrik yang dipasok)
Bahasa Indonesia
Data teknis
| Mesin bor getaran GSB ... | 20-2 20-2 RE 20-2 RE 20-2 RCE 20-2 RET | |||||
| Professional | ||||||
| Nomor model | 0 601 ... 19B 0.. 19B 4.. 19B 5.. 19B 7.. 19B 9.. | |||||
| Masukan nominal | W 750 800 800 1010 1010 | |||||
| Daya | W 350 420 420 475 475 | |||||
| Kecepatan putaran tanpa beban | ||||||
| - Tingkatan putaran ke 1 | min^-1 | 1100 | 0 - 1100 | 0 - 1100 | 0 - 1100 | 0 - 1100 |
| - Tingkatan putaran ke 2 | min^-1 | 3000 | 0 - 3000 | 0 - 3000 | 0 - 3000 | 0 - 3000 |
| Kecepatan putaran nominal | ||||||
| - Tingkatan putaran ke 1 | min^-1 | 740 | 0 - 740 | 0 - 740 | 0 - 1100 | 0 - 1100 |
| - Tingkatan putaran ke 2 | min^-1 | 1 930 | 0 - 1 930 | 0 - 1 930 | 0 - 3 000 | 0 - 3 000 |
| Banyaknya getaran pada kecepatan putaran tanpa beban | min^-1 | 48000 | 48000 48000 | 48000 | 48000 | |
| Momen putar nominal (tingkatan putaran 1/2) | Nm | 4,4/1,7 | 5,2/2,0 | 5,2/2,0 | 3,9/1,5 | 3,9/1,5 |
| Pembatasan momen putar secara elektronika (Torque Control) | - | - | - | - | ||
| Penyetelan pendahuluan kecepatan putaran | - | ● | ● | ● | ||
| Elektronika penetap putaran | - | - | - | ● | ● | |
| Putaran ke kanan/kiri | - | ● | ● | ● | ||
| Putaran dua tingkatan | ● | ● | ● | ● | ||
| Cekaman mata bor pakai kunci bergigi | ● | ● | - | - | - | |
| Cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan | - | - | ● | ● | ● | |
| Penguncian poros otomatis (Auto-Lock) | - | - | ● | ● | ● | |
| Leher poros ∅ | mm | 43 | 43 | 43 | 43 | 43 |
| ∅ mata bor maks. (Tingkatan putaran 1/2) | ||||||
| - Tembok | mm | 22/16 | 22/16 | 22/16 | 22/16 | 22/16 |
| - Beton | mm | 20/13 | 20/13 | 20/13 | 20/13 | 20/13 |
| - Baja | mm | 13/8 | 13/8 | 13/8 | 16/8 | 16/8 |
| - Kayu | mm | 40/25 | 40/25 | 40/25 | 40/25 | 40/25 |
| Kepala cekam yang bisa memegang mata bor | mm | 1,5-13 | 1,5-13 | 1,5-13 | 1,5-13 | 1,5-13 |
| Berat sesuai dengan EPTA-Procedure 01/2003 | kg | 2,5 | 2,5 | 2,5 | 2,6 | 2,6 |
| Klasifikasi keamanan | ☐/II | ☐/II | ☐/II | ☐/II | ☐/II | |
Data-data berlaku untuk tegangan nominal [U] 230/240 V. Pada tegangan yang lebih rendah dan pada model khusus mancanegara data-data ini bisa berlainan.
Perhatikanlah nomor model perkakas listrik Anda yang tercantum pada label tipe mesin. Nama dagang dari beberapa perkakas listrik bisa berbeda.
Bosch Power Tools 1 609 929 M40 | (23.10.07)
52 | Bahasa Indonesia
Cara memasang
Gagang tambahan (lihat gambar A)
▶ Gunakanlah perkakas listrik hanya dengan gagang tambahan 12.
Anda bisa memutarkan gagang tambahan 12 ke kedudukan yang cocok dengan macam pekerjaan, supaya posisi kerja mantap dan tidak begitu melelahkan.
Putarkan pegangan bagian bawah dari gagang tambahan 12 dalam arah yang berlawanan dengan jalannya jarum jam dan putarkan gagang tambahan 12 ke kedudukan yang dikehendaki. Setelah itu pegangan bagian bawah dari gagang tambahan 12 dikencangkan dengan cara memutarkannya dalam arah jalannya jarum jam.
Menyetel kedalaman pemboran (lihat gambar A)
Dengan pembatas kedalaman lubang 13 kedalaman pemboran X bisa disetelkan.
Tekan tombol untuk mengganti penyetelan pembatas kedalaman lubang 11 dan pasangkan pembatas kedalaman lubang pada gagang tambahan 12.
Tarik pembatas kedalaman lubang sedemikian, sampai jarak antara pucuk mata bor dan pucuk pembatas kedalaman lubang adalah kedalaman pemboran X yang dikehendaki.
Permukaan yang bergerigi pada pembatas kedalaman lubang 13 harus menghadap ke atas.
▶ Sebelum mulai dengan pekerjaan pada perkakas listrik, tariklah steker dari stopkontak.
Cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan (lihat gambar B)
Jika tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin 7 tidak ditekan, poros mesin terkunci. Hal ini memungkinkan penggantian alat-alat kerja di cekaman mata bor secara cepat, nyaman dan mudah.
Bukakan cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan 1 dengan cara memutarkannya dalam arah 0, sampai alat kerja bisa dipasangkan. Masukkan alat kerja.
Putarkan selubung dari cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan 1 keras-keras dalam arah ② dengan tangan untuk menutupnya, sampai tidak terdengar bunyi ceklek. Cekaman mata bor dikuncikan secara otomatis.
Penguncian terbuka lagi, jika untuk mengeluarkan alat kerja Anda memutarkan selubung dalam arah yang berlawanan.
Cekaman mata bor pakai kunci bergigi (lihat gambar C)
Pakailah sarung tangan pelindung pada waktu mengganti alat kerja. Cekaman mata bor bisa menjadi sangat panas jika digunakan untuk waktu yang lama.
Bukakan cekaman mata bor pakai kunci bergigi 15 dengan cara memutarkannya, sampai alat kerja bisa dipasangkan. Pasangkan alat kerja.
Masukkan kunci cekaman mata bor 14 ke dalam lubang-lubang dari cekaman mata bor pakai kunci bergigi 15 dan kencangkan alat kerja secara rata.
Alat kerja untuk menyekrup (lihat gambar D)
Jika digunakan mata obeng bit 16, gunakan selalu pemegang mata obeng bit 17. Gunakanlah hanya mata obeng bit yang cocok pada kepala sekrup.
Untuk menyekrup, sakelar untuk menyetel „tanpa getaran/dengan getaran“ 2 selalu harus disetelkan pada simbol „membor (tanpa getaran)“.
Mengganti cekaman mata bor
Sebelum mulai dengan pekerjaan pada perkakas listrik, tariklah steker dari stopkontak.
▶ Pada perkakas listrik tanpa penguncian poros, cekaman mata bor harus digantikan oleh satu Service Center untuk perkakas listrik dari Bosch yang resmi.
Melepaskan cekaman mata bor (lihat gambar E)
Lepaskan gagang tambahan dan setelkan sakelar untuk memilih tingkatan putaran 10 pada posisi tengah antara tingkatan putaran ke 1 dan ke 2.
Masukkan satu pin dari baja dengan diameter 4 mm dan panjang kira-kira 50 mm ke dalam lubang pada leher poros untuk mengunci cekaman mata bor.
Pasangkan gagang pendek dari satu kunci mur dalam 18 ke dalam cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan 1.
Letakkan perkakas listrik pada alas yang stabil, misalnya meja kerja. Pegang perkakas listrik dan lepaskan cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan 1 dengan cara memutar kunci mur dalam 18 dalam arah 0. Cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan yang terlalu kencang duduknya dilepaskan dengan cara memukul gagang panjang dari kunci mur dalam 18. Keluarkan kunci mur dalam dari cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan dan putarkan cekaman mata bor ini sampai terlepas sama sekali.
Memasang cekaman mata bor (lihat gambar F)
Cara memasang cekaman mata bor yang dikunci dan dibuka dengan tangan adalah dalam urutan terbalik dari cara melepaskannya.
▶ Setelah cekaman mata bor terpasang, keluarkan pin baja dari lubang.

Cekaman mata bor harus dikencangkan dengan momen kunci baut sebesar kirakira 35-40 Nm.
Penggunaan
Cara penggunaan
▶ Perhatikan tegangan jaringan listrik! Tegangan jaringan listrik harus sesuai dengan tegangan listrik yang tercantum pada label tipe perkakas listrik.
Menyetel arah putaran (lihat gambar-gambar G-H) (GSB 20-2 RE/GSB 20-2 RCE/GSB 20-2 RET)
▶ Omsakelar arah putaran 5 hanya boleh digerakkan selama perkakas listrik tidak berjalan.
Dengan omsakelar arah putaran 5 Anda bisa merubah arah putaran dari perkakas listrik. Akan tetapi ini tidak mungkin jika tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin 7 sedang ditekan.
Putaran ke kanan: Untuk membor dan memutar masuk sekrup, dorongkan omsakelar arah putaran 5 di sebelah kiri ke bawah dan pada waktu yang sama yang di sebelah kanan ke atas.
Putaran ke kiri: Untuk melepaskan atau memutar ke luar sekrup dan mur, dorongkan omsakelar arah putaran 5 di sebelah kiri ke atas dan pada waktu yang sama yang di sebelah kanan ke bawah.
Menyetel macam pekerjaan

Membor dan menyekrup
Membor dengan getaran
Sakelar untuk menyetel „tanpa getaran/dengan getaran“ 2 terasa mengancing dan bisa digerakkan juga selama motor perkakas listrik sedang hidup.
54 | Bahasa Indonesia
Memilih tingkatan putaran secara mekanis
Sakelar untuk memilih tingkatan putaran 10 bisa digerakkan selama pekakas listrik sedang berhenti atau sedang berjalan. Akan tetapi jangan melakukannya jika perkakas listrik sedang dibebankan penuh atau pada kecepatan putaran maksimal.
Dengan sakelar 10 bisa disetelkan 2 bidang tingkatan putaran sebelumnya.

Gigi ke I:
Bidang kecepatan putaran rendah; untuk pekerjaan dengan diameter mata bor yang besar atau menyekrup.

Gigi ke II:
Bidang kecepatan putaran tinggi; untuk pekerjaan dengan diameter mata bor yang kecil.
Jika sakelar untuk memilih tingkatan putaran 10 tidak bisa diputarkan sampai batas, putarkan sedikit sumbu penggerak dengan mata bor.
Menghidupkan/mematikan perkakas listrik
Untuk menghidupkan, tekan tombol untuk menghidupkan dan mematikan 7 dan tahan tekanan.
Untuk mengunci tombol untuk menghidupkan dan mematikan 7 yang tertekan, tekan tombol pengunci 9.
Untuk mematikan, lepaskan tombol untuk menghidupkan dan mematikan 7 atau jika dikunci dengan tombol pengunci 9, tekan sebentar tombol 7 dan lepaskan.
Kopling pengaman

Untuk membatasi terjadinya momen reaksi-momen reaksi yang berbahaya, perkakas listrik dilengkapi dengan kopling pengaman (Anti-Rotation).
Jika alat kerja terjepit atau tersangkut, maka daya penggerak ke sumbu utama terhenti. Peganglah perkakas listrik selalu dengan kedua belah tangan dan berdirilah secara mantap, berhubung dalam hal demikian terjadi momen yang besar.
▶ Matikan perkakas listrik dan lepaskan alat kerja, jika perkakas listrik memblok. Jika perkakas listrik dengan mata bor yang memblok dihidupkan, terjadi momen reaksi yang tinggi.
Menyetel kecepatan putaran/banyaknya getaran (GSB 20-2 RE/GSB 20-2 RCE/GSB 20-2 RET)
Anda bisa mengatur kecepatan putaran/banyaknya getaran pada perkakas listrik yang sedang berjalan tanpa tingkatan, dengan cara menambah atau mengurangi tekanan pada tombol untuk menghidupkan dan mematikan 7.
Tekanan yang ringan pada tombol untuk menghidupkan dan mematikan 7 mengakibatkan kecepatan putaran yang rendah/banyaknya getaran yang sedikit. Jika tekanan ditambah, kecepatan putaran/banyaknya getaran bertambah pula.
Penyetelan pendahuluan kecepatan putaran/banyaknya getaran (GSB 20-2 RE)
Dengan roda untuk penyetelan pendahuluan kecepatan putaran 8, Anda bisa menyetelkan kecepatan putaran/banyaknya getaran yang dibutuhkan, juga selama perkakas listrik sedang berputar.
Kecepatan putaran/banyaknya getaran yang dibutuhkan tergantung dari bahan yang dikerjakan dan macam pekerjaan dan bisa didapatkan dengan melakukan uji coba sebelumnya.
Penyetelan pendahuluan kecepatan putaran secara elektronika (GSB 20-2 RCE/GSB 20-2 RET)
Dengan roda untuk penyetelan pendahuluan kecepatan putaran secara elektronika 3 bisa disetelkan kecepatan putaran/banyaknya getaran yang dibutuhkan, juga selama perkakas listrik sedang berjalan.
Kecepatan putaran/banyaknya getaran yang dibutuhkan tergantung dari bahan yang dikerjakan dan macam pekerjaan dan bisa didapatkan dengan melakukan uji coba sebelumnya.
Elektronika penetap putaran (GSB 20-2 RCE/GSB 20-2 RET)
Elektronika penetap putaran membuat kecepatan putaran dan banyaknya getaran yang disetelkan sebelumnya antara putaran tanpa beban dan di bawah beban hampir konstan.
Pembatasan momen putar/penyetelan pendahuluan kecepatan putaran secara elektronika (Torque Control) (GSB 20-2 RET)

Untuk membor dengan kecepatan putaran yang disetelkan sebelumnya, setelkan sakelar 4 pada simbol „membor“. Dengan roda 3 bisa disetelkan sebelumnya kecepatan putaran yang dibutuhkan, juga selama perkakas listrik sedang berjalan.

Untuk menyekrup dengan pembatasan momen putar, setelkan sakelar 4 pada simbol „menyekrup“. Dengan roda 3 momen putar yang berpengaruh pada poros mesin bisa disetelkan tanpa tingkatan selama pekerjaannya:
I=momen putar rendah, III=momen putar tinggi. Kecepatan putaran maksimal disesuaikan secara otomatis pada momen putar yang disetelkan. Jika selama penyekrupan, momen putar yang disetelkan sebelumnya sudah tercapai, perkakas listrik berhenti; alat kerja tidak memutar lagi. Jika perkakas listrik setelah itu tidak dibebani dan tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin 7 masih ditekan, alat kerja berdasarkan alasan keselamatan kerja berputar pada kecepatan putaran yang sangat rendah. Setelah tekanan pada tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin 7 dilepaskan sebentar, sekrup berikutnya bisa dikencangkan dengan momen putar yang sama.

Untuk menyekrup tanpa pembatasan momen putar, putarkan roda 3 ke kanan sampai batas. Penyetelan ini perlu jika momen putar pada posisi III tidak cukup.
Petunjuk-petunjuk untuk pemakaian
▶ Pasangkan perkakas listrik pada mur/sekrup hanya jika perkakas listrik dalam keadaan mati. Alat kerja-alat kerja yang berputar bisa meleset.
Tips
Setelah perkakas listrik digunakan untuk waktu yang lama dengan kecepatan putaran yang rendah, perkakas listrik didinginkan dengan cara membiarkan perkakas listrik berputar tanpa beban pada kecepatan putaran maksimum kira-kira selama 3 menit.
Untuk membor batu ubin/tegel, setelkan sakelar 2 pada simbol „membor“ (tanpa getaran). Baru setelah ubin tembus, sakelar disetelkan pada simbol „membor dengan getaran“ dan lanjutkan perkerjaan dengan getaran.
Jika mengerjakan beton, batu-batuan dan tembok, pakailah mata bor baja intan.
Untuk pemboran dalam logam, gunakanlah hanya mata bor HSS (HSS = High Speed Steel, baja cepat) yang mulus dan telah diasah. Mutu ini dipenuhi oleh program aksesori dari Bosch.
Dengan alat pengasah mata bor (aksesori), Anda bisa mengasah mata bor spiral dengan garis tengah 2,5–10 mm tanpa kesulitan.
Gagang lembut
Permukaan gagang lembut 6 (Softgrip) membuat supaya pegangan lebih mantap dan dengan demikian meningkatkan kecekatan dalam pemakaian perkakas listrik ini. Selain itu lapisan karet mengurangi vibrasi yang terjadi.
56 | Bahasa Indonesia
Rawatan dan servis
Rawatan dan kebersihan
▶ Sebelum mulai dengan pekerjaan pada perkakas listrik, tariklah steker dari stopkontak.
▶ Perkakas listrik dan lubang ventilasi harus selalu dibersihkan supaya perkakas bisa digunakan dengan baik dan aman.
Jika pada suatu waktu perkakas listrik ini tidak bisa berjalan meskipun telah diproduksikan dan diperiksa dengan seksama, maka reparasinya harus dilakukan oleh Service Center perkakas listrik Bosch yang resmi.
Jika Anda hendak menanyakan sesuatu atau memesan suku cadang, sebutkan selalu nomor model yang terdiri dari 10 angka dan tercantum pada label tipe pekakas.
Cara membuang
Perkakas listrik, aksesori dan kemasan sebaiknya didaur ulangkan sesuai dengan upaya untuk melindungi lingkungan hidup.
Perubahan adalah hak Bosch.
Layanan pasca beli dan konsultasi bagi pelanggan
Layanan pasca beli Bosch menjawab semua pertanyaan Anda tentang reparasi dan perawatan serta tentang suku cadang produk ini. Gambar tiga dimensi dan informasi tentang suku cadang bisa Anda lihat di:
www.bosch-pt.com
Tim konsultan Bosch dengan senang hati membantu Anda pada pembelian, penggunaan dan penyetelan produk ini dan aksesorinya.
Indonesia
PT. Multi Tehaka
Kawasan Industri Pulogadung